Kamis, 12 November 2015

makalah periode 2


wartakota

Mata Kuliah  :  Ilmu Sosial Dasar

Dosen : Muhammad Burhan Amin



Topik Makalah



Analisis SWOT Masalah Sosial Paedofil

 




Kelas  :  2-ID15



Tanggal Penyerahan Makalah : 12November 2015

Tanggal Upload Makalah  :  12November 2015





 P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.



Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.





 P e n y u s u n
 
N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
37414138
Muhammad BudiYanto












Program Sarjana Teknologi Industri
                                                        UNIVERSITAS GUNADARMA




KATA PENGANTAR



Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,karunia,

serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Analisa SWOT Masalah Sosial Paedofil”.



Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Muhammad Burhan Amin selaku Dosen mata kuliah Softskill Ilmu Sosial Dasar Universitas Gunadarma yang telah memberikan tugas ini kepada kami.



Semoga makalah yang sudah saya buat dapat berguna bagi yang membacanya serta dapat menambah wawasan untuk menambah pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat,.






Bekasi,12 November 2015




                                                                                                                      Penyusun

                                                                                                                       M.Budiyanto                                      

















DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL  ..................................................................................i
  PERNYATAAN  .........................................................................................ii  
   KATA PENGANTAR  ................................................................................iii 
   DAFTAR ISI  ..............................................................................................iv 
   BAB I  PENDAHULUAN  .........................................................................1
  1. Latar Belakang  .......................................................................................1
  2.Tujuan  ....................................................................................................1
   3. Sasaran  ...................................................................................................2 
  BAB II  PERMASALAHAN  ....................................................................3  
  1. Pengertian Pedeofil  ...............................................................................3  

2. Macam – macam pedofil  ……………………………………………..3-4  
 

3. Faktor pedofil  …………………………………………………………4  
  4.Contoh Kasus  ........................................................................................5   
  5. Analisis Permasalahan  ..........................................................................5   
  a. Kekuatan (Strength)  ..............................................................................5  
   b. Kelemahan (Weakness)  ........................................................................6 
   c. Peluang (Opportunity)  ..........................................................................6 
  d. Tantangan (Threats)  .............................................................................6   
  BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI  ..................................7 
  1. Kesimpulan  ..........................................................................................7   
  2. Rekomendasi  ........................................................................................7   
  Referenssi   ………………………………………………………………7   













BAB I

PENDAHULUAN

1.  Latar belakang

Penyimpangan seksual merupakan ganguan perkembangan psikoseksual atau penyelewengan fungsi seksual.Penyimpangan bisa terjadi karena adanya faktor genetik (keturunan), pengaruh lingkungan, adanya trauma psikologis dan moral yang rendah.Di masyarakat terdapat banyak sekali penyimpangan seksual, salah satunya yaitu pedophilia.

Pedophilia menurut Sawitri Supardi Sadarjoen, adalah cinta kepada anak, akan tetapi terjadi perkembangan kemudian, sehingga secara umum digunakan sebagai istilah untuk menerangkan salah satu kelainan perkembangan psikoseksual dimana individu memiliki hasrat erotis yang abnormal terhadap anak-anak. Pedophilia terjadi dikarenakan adanya tatanan moral dan etika yang rendah dari pelaku pedophilia (Pedophil). Pelaku pedophilia (pedophil), menjerat korbannya (anak-anak) dengan cara memaksa, merayu, mengancam, ataupun memberi imbalan, sehingga pelaku dapat melakukan hubungan seks dengan anak. Pedophilia terdiri dari dua jenis, yaitu pedophilia heteroseksual dan pedophilia homoseksual.Pedophilia heteroseksual terjadi pada individu berbeda jenis sedangkan pedophilia homoseksual terjadi pada individu sejenis.

Pelaku pedophilia (pedophil) adalah pria atau wanita yang telah berumur.Pedophilia terjadi karena kecenderungan kepribadian antisosial yang ditandai dengan hambatan perkembangan pola seksual yang matang disertai oleh hambatan perkembangan moral dan tatanan etika yang rendah.

2.  Tujuan

Penyusunan makalah ini memiliki beberapa tujuan. Ada 5 (Lima) point tujuan penyusunan, yaitu:

a. Pengertian tentangpedeofil b. Macam – macam pedeofil

c. Faktor yang menyebabkan pedofil

d. Menjelaskan solusi yang tepat untuk menghindari masalah pedeofil e. Kerugian yangdiakibatkan pedeofil





3.Sasaran

Sasaran dari penyusunan makalah ini adalah Mahasiswa,remaja dan orangtua diharapkan mengetahui masalah tentang bahaya Pedofil dan juga tidak lupa untuk selalu mmemberi perhatian terhadap anak

































  










  
BAB II

PERMASALAHAN



1.   Pengertian Pedofil

Pedofil (dari bahasa Yunanipaidophilia pais (anak-anak) dan philia (cinta) adalah penyimpangan kepribadian seseorang yang memiliki ketertarikan atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki masa remaja. Istilah ini seringkali ditujukan kepada orang-orang dewasa yang memiliki kondisi ini.Kadang istilah ini juga digunakan untuk merujuk kepada pelaku pelanggaran seksual terhadap anak-anak.Orang-orang yang mempunyai kondisi ini disebut pedofil.

2.   Maacam – macam pedofil

Pedofil terdiri dari beberapa macam yaitu :

a. Pedofil tipe eksklusif (Fixated)

Seseorang yang hanya tertarik pada anak-anak kecil, umumnya tidak memiliki rasa ketertarikan dengan orang dewasa.Mereka kebanyakan seorang laki-laki dewasa dan cenderung menyukai anak laki-laki.Hal ini disebabkan karena mereka tumbuh melalui hubungan yang erat antar sesama anak laki-laki.Pedophilia tipe ini biasanya melakukan aktivitas di tempat-tempat dimana banyak anak laki-laki berkumpul seperti gereja, tempat olah raga, atau daerah dekat perumahan.

b. Pedofil tipe non eksklusif (Regressed)

Seseorang yang tidak hanya tertarik pada anak kecil tetapi pada orang dewasa.Umumnya mereka adalah laki-laki dewasa yang sudah menikah dengan seorang wanita dewasa juga, dan tetap memiliki ketertarikan terhadap anak perempuan berusia antara 8-10 tahun.Mereka memandang anak kecil sebagai pengganti orang dewasa, dan memperlakukan mereka layaknya orang dewasa.Perilaku penyimpangan seksual pertama terhadap anak-anak biasanya terjadi secara mendadak dan tidak direncanakan.

c. Cross sex pedofil

Seorang laki-laki yang suka menyentuh secara seksual anak perempuan. Biasanya tipe ini termasuk kedalam tipe pedophilia regressed. Mereka biasanya berteman dengan anak-anak perempuan dan perlahan-lahan melakukan aktivitas seksual dengan cara merayu dan bukan dengan jalan memaksa anak tersebut. Aktivitas mereka termasuk menyentuh secara seksual anak kecil, dan menyuruh anak tersebut melakukan hal yang sama terhadap mereka dan kemungkinan melakukan stimulasi oral tetapi mereka jarang sekali melakukan hubungan seksual.

d. Same sex pedofil

Banyak penderita pedofil yang melakukan hubungan seksual atau memiliki fantasi seksual kepada anak kecil yang berkelamin sama, dan mereka tidak melakukan hubungan seksual dengan orang dewasa yang berkelamin berbeda, namun mereka menolak jika disebut seorang homoseksual. Umumnya usia anak laki-laki yang rentan dianiaya secara seksual oleh pedophilia tipe ini adalah antara 10-12 tahun. Aktivitas seksual yang biasanya dilakukan berupa meraba-raba tubuh anak, masturbasi, stimulasi oral oleh anak-laki-laki dan seks anal dimana pria dewasa yang berperan aktif.

e. Pedofil perempuan

Mayoritas penderita Pedofil adalah kaum pria, namun juga dapat ditemukan pada perempuan.Namun demikian penderita Pedophilia wanita biasanya tidak terlalu menonjol karena rasa kasih sayang wanita terhadap anak-anak terlihat sebagai sikap keibuan.Anak laki-laki tidak memiliki pandangan negatif bila berhubungan seksual dengan wanita dewasa oleh karena itu tidak ada yang melaporkan jika hal ini terjadi.

3.   Faktor penyebab pedofil

Faktor yang menyebabkan seseorang menjadi seorang pedophila adalah:

a. Faktor Genetik

Menurut Ray Blanchard dan James Carton yang merupakan sexologist dari Kanada mengungkapkan adanya faktor hubungan antara fungsi dan stuktur otak dengan resiko terjadinya pedophilia, mereka mengatakan bahwa lelaki yang tingkat IQnya rendah beresiko memiliki anak laki-laki yang mengalami cedera otak, dimana anak yang mengalami cedera otak besar kemungkinan mengidap pedophilia.

b. Faktor Lingkungan

Seorang dapat menjadi pedophilia jika ia berada dalam lingkungan pedophilia, sebab secara tidak langsung ia terbawa oleh kebiasaan para pedophilia dan ada pula yang diajari.

c. Faktor trauma masa lalu

Seorang anak laki-laki yang menjadi korban tindakan pedophilia (pedophilia homoseksual), berkemungkinan akan menjadi pedophilia juga, sebab adanya trauma berkepanjangan yang sulit dihilangkan.



4.   Contoh kasus

Kasus Jakarta International School (JIS)yakni Agun dan Firziawan.”Punya penyakit psikis dan masuk dalam golongan homoseksual,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta kemarin.Dua tersangka tersebut telah mengakui perbuatannya. Menurut Rikwanto, Agun dan Firziawan ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti ada bakteri di anus korban yang identik dengan kedua pelaku berdasarkan uji laboratorium. ”Kedua tersangka mengakui melakukannya (pelecehan) pada 20 Maret di toilet sekolah,” jelasnya.

Jadi modusnya para tersangka yang merupakan petugas kebersihan itu mengamati aktivitas siswa sehari-hari seperti yang buang air kecil atau sekadar cuci tangan.”Mereka amati siapa yang bisa diperdayai,” paparnya.Akhirnya mereka pun menjadi korban mereka karena dinilai lemah.

Polda Metro Jaya juga menetapkan satu tersangka lain, yaitu Afriska. Tersangka yang berjenis kelamin perempuan ini tidak ditahan karena belum cukup bukti.Dia hanya dikenai pasal turut serta.“Dia hanya mengetahui, tapi tidak melapor,” kata Rikwanto.Sementara dua orang yang masih diperiksa intensif adalah Zainal dan Anwar.Keduanya sejauh ini masih berstatus sebagai saksi.

Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi juga telah memeriksa pihak sekolah elite tersebut.”Kita panggil pihak sekolah untuk mengetahui bagaimana perekrutan dan pengamanannya,” katanya. Polisi juga meminta bantuan pihak sekolah untuk mencari kemungkinan adanya pelaku lain atau korban lain. Karena pelaku sudah lama bekerja di sekolah tersebut, yakni sekitar satu tahun.

5.   AnalalisisPermasalahan Proses analisa permasalahan dalam makalah ini menggunakan metode analisis SWOT, dimana

kita akan membahas apa yang jadi kekuatan, kelemahan, peluang yang akan timbul dan tantangan yang ada.

1.      Kekuatan (strength)

a.       Kasih sayang yang terlalu berlebih terhadap anak – anak

b.      Memiliki kelainan dalam hal seks

c.       Kepuasan / fantasi seks tersendiri bagi phedofilia

d.      Masa lalu yang sangat buruk dan kurangnya perhatian dari orangtua

2.      Kelemahan (weakness)

a.       Factor trauma masa lalu

b.      Factor lingkungan yang sangat tidak mendukung untuk  masa psiklogisnya

c.       Napsu yang tidak tersalurkan

d.      Masa kecil yang cenderung tertutup (broken home)

3.      Peluang (Opportunity)

a.       Free seks yang berlebihan mengakibatkan daya pikir yang dapat menyebabkan pelaku pedofil

b.      Factor Pergaulan yang salah

c.       Kurangnya penddidikan tentang keagamaan

4.      Tanntangan (threats)

a.       Tercemarnya nama baik wilayah tersebut

b.      Psikologis korban yang akan terganggu

c.       Segala penyakit kelamin yang akan muncul

d.      Dikucilkan/diasingkan oleh pendudduk setempat

e.       Hukuman atas apa yang ssudah di lakukan

































BAB III

KESIMPULAN & REKOMENDASI



KESIMPULAN

1.Penyimpangan seksual merupakan bentuk perbuatan menyimpang dan melanggar norma

dalam kehidupan masyarakat.

2.  Contoh bentuk penyimpangan seksual adalah sodomi dan pedophilia.

3.  Sodomi adalah semua bentuk pertemuan organ non-kelamin dengan alat kelamin, baik

dilakukan secara heteroseksualhomoseksual, atau antara manusia dan hewan.

4.  Pedophilia adalah adalah penyimpangan kepribadian seseorang yang memiliki ketertarikan

atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki masa remaja.

5. Perspektif biologis, Pengaruh orangtua, Pengaruh teman sebaya, Perspektif akademik dan Perseptif sosial kognitif merupakan factor yang mempengaruhi penyimpangan seksual. Meningkatkan iman dan taqwa, Sikap dan pengertian yang baik orang tua dan Pendidikan seks.



REKOMENDASI

a.Sosialisasi masyarakat mengenai kesadaran akan kepedulian perilaku sosial hidup.

b.Filterasi tayangan-tayangan yang berbau kekerasan seks

c.Membentuk perkumpulan dari organisasi dan mulai memikirkan apa yang baik untuk

kemajuan wilayah itu sendiri.

d.   Memberantas pemuda yang suka bermabuk-mabukan & free seks

Referensi :

Purwoto, Juarti.Tanpa Tahun.Sosiologi untuk SMA/MA Semester II Kelas X.CV.Sindunata.

http://kupukupudanpelangi.blogspot.com/2009/06/jenis-gangguan-seksual-dan-cara.html

Sabtu, 10 Oktober 2015

DAMPAK TAWURAN ANTAR WARGA RT/RW DI JAKARTA




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "DAMPAK SOSIAL TAWURAN ANTAR WILAYAH RT/RW ".Tugas makalah ini dibuat guna untuk memenuhi nilai tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar pada Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma.                           
Dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan dalam berbagai sudut pandang, mohon kritikan dan saran yang membangun agar pembuatan makala untuk kedepannya bisa lebih baik lagi.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.








Bekasi, 07 Oktober 2015



                                                                                                                                Penyusun








DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………
      PERYATAAN ………………………………………………………….ii
KATA PENGANTAR............................................................................... ….iii
DAFTAR ISI.............................................................................................…...iv
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………........1
A. LATAR BELAKANG...........................................................................1
B. TUJUAN ................................................................................................1
C. SASARAN....................................................................................…….1 - 2
BAB II PERMASALAHAN …………………………………………….......3
A. PENGERTIAN TAWURAN ................................................................3 
B. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TAWURAN .......3 - 4 
C. CONTOH KASUS TAWURAN ANTAR WARGA............................ 4
D. ANALISIS TAWURAN MENGGUNAKAN SWOT………………...4 - 5
     1. Kekuatan (strength)……………………………………………………..4 - 5
2. Kelemahan (weakness)………………………………………………….5
3. Peluang (opportunity)…………………………………………………...5
4. Tantangan (threats)……………………………………………………...5
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI…………………………..6
     A. KESIMPULAN.............................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................7













BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Masa perkembangan yang terjadi pada saat remaja adalah masa yang sulit, karena banyak faktor yang mempengaruhi, baik secara internal maupun eksternal dalam kehidupan remaja itu sendiri. Semakin sering terjadi tawuran yang terjadi baik  oleh kalangan mahasiswa sampai antara RT/RW di daerah jakarta, merupakan hal yang perlu diperhatikan dan sangat menghawatirkan.
Hal ini yang terjadi pada saat tawuran adalah perilaku agresif dari seseorang individu atau kelompok, menurut Murray didefinisikan sebagai suatu cara untuk melawan dengan sangat kuat, berkelahi, melukai, menyerang, membunuh atau, menghukum orang lain. Singkatnya agresi adalah tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain atau merusak milik oarang lain.
Banyaknya tawuran antar remaja di kota - kota besar di Indonesia merupakan fenomena yang menarik untuk dibahas dan di cari jalan keluarnya untuk mengatasi masalah tawuran antar warga. Perkelahian yang dilakukan oleh sesama remaja ini sangat merugikan banyak pihak selain para remaja itu sendiri dan untuk mencari jalan penyelesaian terbaik dalam menekan permasalah ini agar tidak terus-menerus berlangsung dalam kehidupan para remaja dan tidak berdampak buruk pada masa depan mereka.
B.     Tujuan
Dalam hal ini tujuannya adalah mengetahui faktor-faktor penyebab yang dapat memicu dan menumbuhkannya tawuran antar warga,menemukan penanggulanan yang tepat dalam menyikapi kenalakalan sikap para remaja.
C.     Sasaran
1.      Warga
Pelaku utama yang melakukan dalam permasalahan ini adalah warga itu sendiri tanpa mengenal adanya pembatas nama dari tempat itu sendiri.
2.      Orang Tua/ Masyarakat
Para remaja yang sering melakukan tindakan asusila biasanya karena pelajar yang sering menghadapi konflik di keluarganya. Seperti , kurang perhatian dari kedua orang tuanya, sikap orang tua yang selalu menyelesaikan masalah dengan tindakan kekerasan menyebabkan pola pikir anak menjadi tidak baik. Sehingga anak melampiaskannya kepada orang lain dan selalu menyelesaikan masalah dengan emosi atau tindakan yang kasar.
3.      Pihak Kepolisian
Kepolisian yang menertibkan keamanan dan kenyamanan untuk selalu memberikan peraturan yang baik untuk semua pihak terutama kepada remaja dan pelajar.
4.      Pemerintah
Ikut sertanya pemerintahan dalam permasalahan yang dihadapi oleh para warga terutama remaja saat ini dalam mengurangi masalah tawuran antar warga.
























BAB II
PERMASALAHAN

A.    PENGERTIAN TAWURAN
Tawuran adalah perilaku agresi dari seorang individu atau kelompok.Agresi itu sendiri diartikan sebagai cara untuk melawan dengan sangat kuat,menyerang,membunuh atau menghukum orang lain,dengan kata lain agresi  secara singkat didefinisikan sebagai tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain atau merusak milik orang lain
B.     FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB TAWURAN
Tawuran tidak terjadi dengan sendirinya. Setiap tawuran yang terjadi selalu ada factor atau modus dibelakangnya. Factor yang mempengaruhi terjadinya tawuran berasal dari individu / kelompok yg berarti merupakan factor internal dan ada juga factor dari luar yaitu factor eksternalnya.
1.      Faktor Internal
Ketidak mampuan/kurang mampunya beradaptasi dengan lingkungan sosial yang kompleks menimbulkan tekanan pada setiap orang. Terutama pada remaja yang mentalnya masih labil dan masih dalam pencarian jati diri dan tujuan hidup. Kekompleksan seperti keberagaman budaya, kemampuan ekonomi dan pandangan tidak bisa diterima sehingga dilampiaskan lewat kekerasan.
Saat tidak mampu beradaptasi, rasa putus asa, menyalahkan orang lain dan memilih cara instan untuk memecahkan persoalan membuat rasa frustasi semakin mengendalikan emosi pelajar yang labil. Ketidakpekaan terhadap perasaan sesamanya mengakibatkan pelajar tega menganiaya hingga membunuh sesamanya Sebenarnya, dalam diri mereka butuh pengakuan.
2.      Faktor Eksternal
Baik buruknya rumah tangga atau berantakan dan tidak nya sebuah rumah tangga. Perlindungan lebih yang diberikan orang tua,Penolakan orang tua, ada pasangan suami istri yang tidak pernah bisa memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu. Pengaruh buruk dari orang tua, tingkah laku kriminal dan tindakan asusila.
3.      Faktor Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah yang tidak menguntungkan bisa berupa bangunan sekolah yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa halaman bermain yang cukup luas, tanpa ruangan olah raga, minimnya fasilitas ruang belajar, jumlah murid di dalam kelas yang terlalu banyak dan padat, ventilasi dan sanitasi yang buruk dan lain sebagainya.

4.      Lingkungan Keluarga
Lingkungan sekitar yang tidak selalu baik dan menguntungkan bagi pendidikan dan perkembangan remaja, seorang anak remaja yang belum mempunyai pengetahuan cukup mengenai pengetahuan sosial dapat dengan mudah di pengaruhi lingkungan sekitar.
C.    CONTOH TAWURAN ANTAR WARGA
Tawuran antar-kelompok remaja yang memakan korban jiwa terjadi siang ini di Jalan Minangkabau Kelurahan Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Menurut keterangan saksi mata, tawuran yang terjadi di dekat Restoran Toba Tabo tersebut melibatkan remaja Warga Matraman. Seorang saksi mata, kejadian yang bermula dengan saling melempar batu saat kedua belah pihak bertemu, pada hari Rabu tanggal 26 september 2014 sekitar jam 13.00. Warga yang melarikan diri ke arah Manggarai. Kemudian Warga dikejar warga laiinya dari situ genteng . Dimana salah satu anggota warga matraman tertinggal dari kelompoknya, kemudian terkena senjata tajam berupa celurit dari salah warga situ genteng.
Kemudiaan korban langsung terjatuh di tengah jalan menuju arah Tebet-Pancoran, dengan keadaan luka yang cukup parah di bagian rusuk dan pinggangnya, ia pun meninggal sebelum dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo yang berada di Jakarta Pusat.
Dengan saksi mata lainnya, menuturkan korban yang sering di panggil dengan nama panggilan Yadut. Bernama lengkap sebagai Deny Yanuar berumur 17 tahun, seorang warga yang bertempat tinggal di Jalan Manggis I RT 04 dan RW 05 NO 2, Manggarai Selatan. Ia juga tercatat di sekolahnya sebagai warga asli daerah tersebut.

D.    ANALISIS TAWURAN MENGUNAKAN TAWURAN
Analisis permasalahan Dampak Sosial Tawuran Antar Wilayah RT/RW di Jakarta dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
a.      Kekuatan (strength)
Point-point yang dianggap sebagai nilai positif dari apa yang akan mereka lakukan. Berikut point-pointnya.
1.   Merasa jantan dan terkesan hebat
2.   Membela “Nama Baik” wilayahnya supaya tidak dilecehkan oleh wilayah lain atau membela teman untuk membalaskan dendamnya
3.   Keberadaan atau eksistensi dirinya maupun nama wilayah akan diakui kehebatannya

b.         Kelemahan (weakness)
Pada point ini lebih kepada keberadaan atau eksistensi sebelumnya dari warga di wilayah itu sendiri. Berikut analisisnya.
1.   Dianggap sebagai pengecut dan tidak dianggap
2.   Masalah sepele yang tidak dipecahkan dengan akal sehat
3.   Mereka menganggap kesendirian adalah suatu kelemahan, sehingga bergabung menjadi satu dalam suatu geng atau kelompok akan menjadi kuat
4.   Pemikiran para pelajar yang masih cenderung emosial atau belum labil.
5.   Kurangnya perhatian dari orang tua, serta lingkungan sekitar.
c.          Peluang (opportunity)
1.       Kurangnya perhatian dari orangtua, dan guru terhadap mereka
2.   Kurangnya komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua ataupun orang dewasa disekitar mereka.
3.   Kurangnya pengawasan dari pihak RT/RW setempat untuk memantau kegiatan para warganya.
4.   Ketidakdisiplinan atau ketidaktegasan pihak RT/RW setempat dalam memberi sanksi   kepada para warga yang bermasalah.
5.   Kurangnya kegiatan-kegiatan positif di dalam maupun di luar lingkungan.
d.         Tantangan/Hambatan (threats)
Ancaman yang akan mereka terima apabila mereka melakukan tawuran.
1.  Di tangkap polisi / dipenjarakan
2.  Senjata dari lawan yang dapat melukai diri,para warga dan orang lain.
     Kehilangan nyawa.




BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1.         Kesimpulan dan Saran
Tawuran antar remaja berdampak negatif bagi beberapa pihak terutama bagi para remaja itu sendir, tawuran yang dilakukan oleh para remaja merupakan alasan mereka terhadap faktor internal dan eksternal di sekitar kehidupan mereka yang kurang baik dan sangat mempengaruhi. Terlebih lagi dengan masa pertumbuhan yang masih memerlukan informasi dan pengetahuan mengenai kehidupan sosial masyarakat.
2.    Rekomendasi
        Ada berbagai cara untuk menanggulangi tawuran. Cara-cara tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
a.          pengajaran, terdiri dari memberikan pendidikan moral melalui orang tua dan acara atau kegiatan sekolah, serta menghadirkan figur atau teladan yang baik seperti seorang guru, orang tua, dan teman atau kerabat yang memiliki kepribadian baik dan kemampuan untuk mengarahkan seseorang untuk berperilaku baik.
b.        perhatian, orang tua berperan untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya khususnya dalam mengawasi pergaulan mereka.
c.          mawas diri, seseorang harus melakukan intropeksi diri untuk mengetahui kelemahan dirinya dan memperbaiki sifat-sifat yang tidak sesuai dengan nilai norma dan moral.











DAFTAR PUSTAKA

(Hall dan Lindzey, psikologi kepribadian, 1993)
(Pangloli, 2009; “Makalah Tawuran remaja,” 2011),


Contoh Proposal Usaha

TUGAS INDIVIDU PROPOSAL USAHA TAHU BULAT ISI Disusun Oleh : Nama                                  : Muhammad Budiyanto...