Selasa, 19 Januari 2016

makalah 3 meme sebagai fenomena di media sosial


Mata Kuliah  :  Ilmu Sosial Dasar

Dosen : Muhammad Burhan Amin


Topik Makalah

Meme sebagai  fenomenal di media sosial


Kelas  :  2-ID15

Tanggal Penyerahan Makalah : 19 Januari 2016

Tanggal Upload Makalah  : 20 Januari 2016

 


P E R N Y A T A A N


Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.


Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n




N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
37414138
Muhammad BudiYanto
Description: D:\budi\budi\Tanda tangan.jpg






Program Sarjana Teknologi Industri


UNIVERSITAS GUNADARMA




KATA PENGANTAR


Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "MEME SEBAGAI FENOMENAL DI MEDIA SOSIAL".Tugas makalah ini dibuat guna untuk memenuhi nilai tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar pada Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma.                           

Dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan dalam berbagai sudut pandang, mohon kritikan dan saran yang membangun agar pembuatan makala untuk kedepannya bisa lebih baik lagi.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.









Bekasi, 19 Januari 2016



                                                                                                                        Penyusun








DAFTAR ISI

PERNYATAAN...........................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................................ii
DAFTAR ISI................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................1

       A. LATAR BELAKANG...............................................................................1

            B.  TUJUAN.....................................................................................................1

            C.  SASARAN..................................................................................................1

BAB II PERMASALAHAN........................................................................................2

A.     PENGERTIAN MEME……………………………………………….....2

B.     PERKEMBANGAN MEME DI INDONESIA………………………….2

C.     ANLISIS  SWOT………………………………………………………...3

            1. KEKUATAN (STRENGTH).....................................................................3

            2. KELEMAHAN (WEAKNESS).................................................................3 - 4

            3. PELUANG (OPPORTUNITY)................................................................. 4

            4. TANTANGAN/HAMBATAN (THREATS)............................................4 - 5

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI....................................................6

            1. KESIMPULAN...........................................................................................6

            2. REKOMENDASI........................................................................................6

            3. REFERENSI...............................................................................................7



BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Akhir-akhir ini geliat visual di dunia internet Indonesia tengah berada pada tingkatan yang masif.Puluhan hingga ratusan citraan foto berserakan setiap hari di media sosial kita. Citraan-citraan tersebut biasanya disertai dengan teks-teks dengan gaya kritik menggelitik. Isu yang disampaikan  pun merupakan representasi dari kejadian-kejadian populer yang sedang ramai menjadi perbincangan masyarakat, meskipun tidak jarang juga mengangkat isu keseharian seperti tentang percintaan, pengalaman hidup, pendidikan, sampai agama. Ya, citraan-citraan tersebut disebut dengan meme (baca: mim) atau internet meme. Dengan logika yang lebih sederhana, dapat kita pahami bahwa penyebaran atau pengembangbiakan meme dilakukan dengan cara replikasi dari meme-meme yang sudah ada. Artinya, meme terus menerus melakukan replikasi melalui suatu kebiasaan atau gagasan tertentu sehingga menjadi pola yang berulang-ulang dan pada akhirnya membentuk sebuah pola kebudayaan dalam skala besar. Akan tetapi, sifat dari meme ini tidak hanya mereplikasi, meme juga mengalami proses evolusi atau perubahan dari waktu ke waktu, dan bersamaan dengan itu meme juga berusaha untuk bertahan dari pengaruh meme-meme yang baru (survive).

B.   Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini agar masyarakat indonesia mengetahui bagaimana cara mengkritik menggunakan sosial media atau bisa juga lewat meme dengan benar dan menggunakan bahasa yang lebih sopan agar tidak terkena undang-undang dasar hukum indonesia.        

C.    Sasaran

Untuk seluruh masyarakat indonesia dalam menggunakan sosial media untuk mengkritik seseorang,masyarakat indonesia harus lebih pintar dalam menggunakan teknologi masa modern ini agar kita semua tidak terkena fitnah yang bisa menghancurkan bangsa indonesia itu sendiri.



BAB II  

PERMASALAHAN

A. Pengertian Meme
Apa itu meme? Kamus Merriam-Webster mendefinisikannya sebagai “sebuah ide, kebiasaan atau gaya yang menyebar dari orang ke orang dalam suatu budaya”. Istilah meme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli biologi asal Britania Raya, Richard Dawkins.Akar katanya berasal dari bahasa Yunani, yakni mimesis, yang berarti tiruan.Dawkins memaknai meme sebagai suatu unit informasi budaya (berupa pemikiran, ide, gagasan, kebiasaan, lagu) yang membentuk pola-pola kebudayaan tertentu.

Ia menganalogikan meme dengan gen, gen seperti yang ada di tubuh manusia. Oleh karena meme dianalogikan sebagai gen, maka dapat kita ketahui bahwa meme memiliki ciri serupa dengan gen. Dalam bukunya yang berjudul The Selfish Gene dijelaskan jika gen berkembang biak dalam kolam gen dengan meloncat dari tubuh ke tubuh melalui sperma dan sel telur, maka meme berkembang biak dalam kolam meme dengan meloncat dari otak ke otak melalui suatu proses, yang dalam pengertian luas, disebut imitasi (Dawkins, 2006).

Dengan logika yang lebih sederhana, dapat kita pahami bahwa penyebaran atau pengembangbiakan meme dilakukan dengan cara replikasi dari meme-meme yang sudah ada. Artinya, meme terus menerus melakukan replikasi melalui suatu kebiasaan atau gagasan tertentu sehingga menjadi pola yang berulang-ulang dan pada akhirnya membentuk sebuah pola kebudayaan dalam skala besar. Akan tetapi, sifat dari meme ini tidak hanya mereplikasi, meme juga mengalami proses evolusi atau perubahan dari waktu ke waktu, dan bersamaan dengan itu meme juga berusaha untuk bertahan dari pengaruh meme-meme yang baru (survive).

Teknologi informasi nampaknya terus mendorong kreator untuk terus memproduksi meme baru, sehingga meme lama akan terus tergantikan dengan meme-meme yang baru tersebut, dan hanya sedikit saja yang bisa bertahan. Dengan kata lain proses evolusi dan geliat visual yang dialami oleh internet meme ini berjalan dengan sangat cepat. Jadi, ketika siapa saja bicara tentang sesuatu yang sedang viral di internet, menurut Dawkins, itu bisa disebut meme.

B. Perkembangan Meme di Indonesia
Meme memang telah lama hadir di Indonesia, namun mulai booming di Tanah Air sekitar tiga tahun terakhir.Meme yang ada saat ini memang sangat erat kaitannya dengan berbagai kejadian yang ada di masyarakat, namun dikemas dengan sesuatu yang terlihat menghibur.
Orang Indonesia lebih suka menyampaikan kritik melalui meme dikarenakan cara ini adalah cara yang fun atau cara yang menarik. Namun dampak yang ditimbulkan cukup besar, Meme yang sering dicari orang Indonesia adalah meme-meme kategori lucu atau fun karena lebih menghibur.Memang ada banyak meme yang beredar di internet, khususnya dalam mesin pencarian Google.Menurut data Google Trend, meme yang sedang populer di Indonesia adalah meme dalam kategori meme komik.Kalau di dunia meme yang populer adalah meme foto.

Meski terlihat lucu, tak jarang meme yang dibuat untuk menyindir seseorang atau peristiwa tertentu itu juga sering menuai protes dan komentar pedas dari berbagai pihak. Dan untuk masalah aturan dalam pembuatan meme, aturan secara baku dalam membuat meme tidak ada. Namun, ruang gerak pembuatan meme di Indonesia dibatasi undang-undang yang berkaitan dengan ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) dan pencemaran nama baik. Jadi, jika meme yang dibuat bertujuan untuk menjelek-jelekkan seseorang atau sekelompok orang, maka sudah tentu akan terkena hukuman.

C. Analisis SWOT

Analisis permasalahan Meme, Sebagai Fenomena di Sosial Media memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek:

1. Kekuatan (Strength)

a.      Dapat mengenal sosial media itu apa, masyarakat akan mengetahui sosial media untuk alat komunikasi lewat dunia maya dan dengan menggunakan sosial media dengan cepat dan mudah

b.      Jadi lebih kreatif, seorang pembuat meme pasti mempunyai kreatifitas yang bagus jika dilatih dengan membuat meme kreatifitasnya akan semakin meningkat.

c.       Dapat wawasan yang luasMeme menjadi fenomena sosial media,dengan adanya meme ini akan mendapatkan wawasan yang luas atau banyak mempunyai informasi yang up to date.

d.     Bebas memberikan kritikkan, pembuat meme bebas mengeluarkan kritikkannya namun harus sesuai undang-undang dasar ITE dengan begitu tidak akan menjadi masalah fenomena meme di sosial media.

2.Kelemahan (Weakness)

a.       Menganggap Segala Sesuatu Dapat Dibuat Candaan, hal ini menjadi salah satu yang berbahaya dari adanya meme. Karena topik yang dibahas dalam meme comic adalah yang paling up to date.

b.      Membuat Ketagihan dan Lupa Waktu Para Pembaca, hal ini adalah sebuah fakta yang dialami oleh salah satu saudara penulis. Ia membuka Meme Comic Indonesia dan situs 1cak hingga lupa waktu, seakan hidupnya hanya untuk kedua situs tersebut.

c.       Mudah Men-Cap Buruk Sesuatu,di point yang ketiga ini, penulis yakin semua akan setuju, karena banyak dari creator meme yang bertujuan menyudutkan salah satu pihak ketika membuat kesalahan.

d.      Membuat kritikkan yang tidak bermakna karena berlebihan, dalam hal membuat meme ini akan menjadi ketagihan dan isi dari atau makna dari pembuatan meme ini tidak bermakna dan akan menimbulkan bertambahnya masalah  baru.

3. Peluang (Opportunity)

a.       Kurangnya ilmu pengetahuan,pengguna tidak mengetahui dalam membuat meme harus mempunyai etika,dijaman sekarang ini membuat sindiran sudah menjadi bahan pokok dari sebuah pembuatan meme itulah terjadi jika pembuat meme tidak mengetahui etika.

b.      Tidak punya etika dalam sosial media,didalam sosial media juga mempunyai etika dan mengetahui fungsi dari sosial media itu sendiri agar pengguna sosial tidak asal menggunakan saja karena untuk kesenangan sendiri.

c.       Akses internet yang tidak terbatas,di zaman sekarang ini internet bukanlah hal yang langka lagi, karena semua orang telah memanfaatkan fasilitas internet. Dengan menggunakan internet kita diberikan kenyamanan kemudahan dalam mengakses segala sesuatu tanpa ada batasannya.

d.      Kurangnya perhatian masyarakat,masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi perhatian yang sangat besar terhadap kejahatan konvensional. Dan masyarakat seharusnya memberi contoh yang baik untuk kaum anak muda dalam menggunakan sosial media.

4.Tantangan/Hambatan (Threats)

a.       Akan dipenjara,dijaman sekarang anak muda sudah tidak bisa lagi bebas dalam membuat meme karena jika meme tersebut terdapat sindiran maka akan dipenjara sesuai undang-undang informatika.

b.      Tidak mempunyai bahan untuk membuat meme,sebelum membuat meme kita harus memiliki bahan yang akan dibuat meme karena akan susah jika kita belum menemukan bahan yang akan dibuat dan kreatifitas  pun akan susah.

c.       Tidak bisa sembarangan membuat meme,membuat meme harus bebas dalam kekreatifannya apabila terbatas maka akan kesulitan dalam pembuatan meme. Jaman sekarang sudah tidak bisa bebas lagi dalam pembuatan meme karena sudah masuk dalam undang undang informatika.

d.      Harus pintar mengedit,membuta meme harus pintar mengedit gambar agar meme yang kita buat menjadi populer di sosial media,lumayan walaupun cuma terkenal di sosial media.




BAB III  

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1.      Kesimpulan

Sebagai masyarakat yang hidup di era globalisasi, sudah selayaknya manusia selalu mengasah kepekaan terhadap kehidupan sosial di sekitarnya.Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.Internet meme merupakan media alternatif yang dapat digunakan untuk mengasah kepekaan terhadap sekitar.Banyak internet meme yang mengandung pesan moral yang kadang diabaikan masyarakat.Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih selektif dan teliti dalam memanfaatkan media sosial.

Orang Indonesia lebih suka menyampaikan kritik melalui meme dikarenakan cara ini adalah cara yang fun atau cara yang menarik. Namun dampak yang ditimbulkan cukup besar, Meme yang sering dicari orang Indonesia adalah meme-meme kategori lucu atau fun karena lebih menghibur.

2. Rekomendasi

a.       Meme menjadi fenomena sosial media,dengan adanya meme ini akan mendapatkan wawasan yang luas atau banyak mempunyai informasi yang up to date dan juga memperluas jaringan pertemanan. Mereka bisa memperluas pertemanan seluas luasnya karena tidak dibatasi oleh luas wilayah, anak-anak dan remaja bisa menjadi lebih mudah menjalin pertemaanan dengan orang lain di seluruh dunia, meskipun sebelumnya belum pernah bertemu secara langsung.

b.       Hal ini adalah sebuah fakta yang dialami oleh salah satu saudara penulis. Ia membuka Meme Comic Indonesia dan situs 1cak hingga lupa waktu, seakan hidupnya hanya untuk kedua situs tersebut. Selain itu psikologis nya akan terganggu karena terus-terusan melihat humor dan membuatnya sulit untuk berkonsentrasi dan serius terhadap sesuatu. Situs tersebut bagaikan memberikan zat adiktif bagi para pembacanya untuk terus mengikuti update meme terbaru dari situs tersebut dan tentunya cukup berpengaruh pada kondisi psikologis seseorang.

c.       Masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi perhatian yang sangat besar terhadap kejahatan konvensional. Pada kenyataannya para pelaku kejahatan komputer masih terus melakukan aksi kejahatannya.Hal ini disebabkan karena rendahnya faktor pengetahuan tentang penggunaan internet yang lebih dalam pada masyarakat.

d.      Untuk itu ada baiknya jika hendak membuat meme harus benar-benar mewaspadai dan mengetahu beda antara mengkritik dan menghina karena keduanya memiliki perbedaan yang sangat tipis. Untuk itu tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati lagi agar tidak berujung pada penjara.


3.Referensi Tulisan :

1.Rohim, H. Saiful. 2009. Teori Komunikasi: Perspektif, Ragam, dan Aplikasi. 
Jakarta: Rineka Cipta.

2.Cangara. H. Hafied. 2012. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajagrafindo Persada.






bagan bab 10


warta warga

Kamis, 12 November 2015

makalah periode 2


wartakota

Mata Kuliah  :  Ilmu Sosial Dasar

Dosen : Muhammad Burhan Amin



Topik Makalah



Analisis SWOT Masalah Sosial Paedofil

 




Kelas  :  2-ID15



Tanggal Penyerahan Makalah : 12November 2015

Tanggal Upload Makalah  :  12November 2015





 P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.



Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.





 P e n y u s u n
 
N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
37414138
Muhammad BudiYanto












Program Sarjana Teknologi Industri
                                                        UNIVERSITAS GUNADARMA




KATA PENGANTAR



Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,karunia,

serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Analisa SWOT Masalah Sosial Paedofil”.



Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Muhammad Burhan Amin selaku Dosen mata kuliah Softskill Ilmu Sosial Dasar Universitas Gunadarma yang telah memberikan tugas ini kepada kami.



Semoga makalah yang sudah saya buat dapat berguna bagi yang membacanya serta dapat menambah wawasan untuk menambah pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat,.






Bekasi,12 November 2015




                                                                                                                      Penyusun

                                                                                                                       M.Budiyanto                                      

















DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL  ..................................................................................i
  PERNYATAAN  .........................................................................................ii  
   KATA PENGANTAR  ................................................................................iii 
   DAFTAR ISI  ..............................................................................................iv 
   BAB I  PENDAHULUAN  .........................................................................1
  1. Latar Belakang  .......................................................................................1
  2.Tujuan  ....................................................................................................1
   3. Sasaran  ...................................................................................................2 
  BAB II  PERMASALAHAN  ....................................................................3  
  1. Pengertian Pedeofil  ...............................................................................3  

2. Macam – macam pedofil  ……………………………………………..3-4  
 

3. Faktor pedofil  …………………………………………………………4  
  4.Contoh Kasus  ........................................................................................5   
  5. Analisis Permasalahan  ..........................................................................5   
  a. Kekuatan (Strength)  ..............................................................................5  
   b. Kelemahan (Weakness)  ........................................................................6 
   c. Peluang (Opportunity)  ..........................................................................6 
  d. Tantangan (Threats)  .............................................................................6   
  BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI  ..................................7 
  1. Kesimpulan  ..........................................................................................7   
  2. Rekomendasi  ........................................................................................7   
  Referenssi   ………………………………………………………………7   













BAB I

PENDAHULUAN

1.  Latar belakang

Penyimpangan seksual merupakan ganguan perkembangan psikoseksual atau penyelewengan fungsi seksual.Penyimpangan bisa terjadi karena adanya faktor genetik (keturunan), pengaruh lingkungan, adanya trauma psikologis dan moral yang rendah.Di masyarakat terdapat banyak sekali penyimpangan seksual, salah satunya yaitu pedophilia.

Pedophilia menurut Sawitri Supardi Sadarjoen, adalah cinta kepada anak, akan tetapi terjadi perkembangan kemudian, sehingga secara umum digunakan sebagai istilah untuk menerangkan salah satu kelainan perkembangan psikoseksual dimana individu memiliki hasrat erotis yang abnormal terhadap anak-anak. Pedophilia terjadi dikarenakan adanya tatanan moral dan etika yang rendah dari pelaku pedophilia (Pedophil). Pelaku pedophilia (pedophil), menjerat korbannya (anak-anak) dengan cara memaksa, merayu, mengancam, ataupun memberi imbalan, sehingga pelaku dapat melakukan hubungan seks dengan anak. Pedophilia terdiri dari dua jenis, yaitu pedophilia heteroseksual dan pedophilia homoseksual.Pedophilia heteroseksual terjadi pada individu berbeda jenis sedangkan pedophilia homoseksual terjadi pada individu sejenis.

Pelaku pedophilia (pedophil) adalah pria atau wanita yang telah berumur.Pedophilia terjadi karena kecenderungan kepribadian antisosial yang ditandai dengan hambatan perkembangan pola seksual yang matang disertai oleh hambatan perkembangan moral dan tatanan etika yang rendah.

2.  Tujuan

Penyusunan makalah ini memiliki beberapa tujuan. Ada 5 (Lima) point tujuan penyusunan, yaitu:

a. Pengertian tentangpedeofil b. Macam – macam pedeofil

c. Faktor yang menyebabkan pedofil

d. Menjelaskan solusi yang tepat untuk menghindari masalah pedeofil e. Kerugian yangdiakibatkan pedeofil





3.Sasaran

Sasaran dari penyusunan makalah ini adalah Mahasiswa,remaja dan orangtua diharapkan mengetahui masalah tentang bahaya Pedofil dan juga tidak lupa untuk selalu mmemberi perhatian terhadap anak

































  










  
BAB II

PERMASALAHAN



1.   Pengertian Pedofil

Pedofil (dari bahasa Yunanipaidophilia pais (anak-anak) dan philia (cinta) adalah penyimpangan kepribadian seseorang yang memiliki ketertarikan atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki masa remaja. Istilah ini seringkali ditujukan kepada orang-orang dewasa yang memiliki kondisi ini.Kadang istilah ini juga digunakan untuk merujuk kepada pelaku pelanggaran seksual terhadap anak-anak.Orang-orang yang mempunyai kondisi ini disebut pedofil.

2.   Maacam – macam pedofil

Pedofil terdiri dari beberapa macam yaitu :

a. Pedofil tipe eksklusif (Fixated)

Seseorang yang hanya tertarik pada anak-anak kecil, umumnya tidak memiliki rasa ketertarikan dengan orang dewasa.Mereka kebanyakan seorang laki-laki dewasa dan cenderung menyukai anak laki-laki.Hal ini disebabkan karena mereka tumbuh melalui hubungan yang erat antar sesama anak laki-laki.Pedophilia tipe ini biasanya melakukan aktivitas di tempat-tempat dimana banyak anak laki-laki berkumpul seperti gereja, tempat olah raga, atau daerah dekat perumahan.

b. Pedofil tipe non eksklusif (Regressed)

Seseorang yang tidak hanya tertarik pada anak kecil tetapi pada orang dewasa.Umumnya mereka adalah laki-laki dewasa yang sudah menikah dengan seorang wanita dewasa juga, dan tetap memiliki ketertarikan terhadap anak perempuan berusia antara 8-10 tahun.Mereka memandang anak kecil sebagai pengganti orang dewasa, dan memperlakukan mereka layaknya orang dewasa.Perilaku penyimpangan seksual pertama terhadap anak-anak biasanya terjadi secara mendadak dan tidak direncanakan.

c. Cross sex pedofil

Seorang laki-laki yang suka menyentuh secara seksual anak perempuan. Biasanya tipe ini termasuk kedalam tipe pedophilia regressed. Mereka biasanya berteman dengan anak-anak perempuan dan perlahan-lahan melakukan aktivitas seksual dengan cara merayu dan bukan dengan jalan memaksa anak tersebut. Aktivitas mereka termasuk menyentuh secara seksual anak kecil, dan menyuruh anak tersebut melakukan hal yang sama terhadap mereka dan kemungkinan melakukan stimulasi oral tetapi mereka jarang sekali melakukan hubungan seksual.

d. Same sex pedofil

Banyak penderita pedofil yang melakukan hubungan seksual atau memiliki fantasi seksual kepada anak kecil yang berkelamin sama, dan mereka tidak melakukan hubungan seksual dengan orang dewasa yang berkelamin berbeda, namun mereka menolak jika disebut seorang homoseksual. Umumnya usia anak laki-laki yang rentan dianiaya secara seksual oleh pedophilia tipe ini adalah antara 10-12 tahun. Aktivitas seksual yang biasanya dilakukan berupa meraba-raba tubuh anak, masturbasi, stimulasi oral oleh anak-laki-laki dan seks anal dimana pria dewasa yang berperan aktif.

e. Pedofil perempuan

Mayoritas penderita Pedofil adalah kaum pria, namun juga dapat ditemukan pada perempuan.Namun demikian penderita Pedophilia wanita biasanya tidak terlalu menonjol karena rasa kasih sayang wanita terhadap anak-anak terlihat sebagai sikap keibuan.Anak laki-laki tidak memiliki pandangan negatif bila berhubungan seksual dengan wanita dewasa oleh karena itu tidak ada yang melaporkan jika hal ini terjadi.

3.   Faktor penyebab pedofil

Faktor yang menyebabkan seseorang menjadi seorang pedophila adalah:

a. Faktor Genetik

Menurut Ray Blanchard dan James Carton yang merupakan sexologist dari Kanada mengungkapkan adanya faktor hubungan antara fungsi dan stuktur otak dengan resiko terjadinya pedophilia, mereka mengatakan bahwa lelaki yang tingkat IQnya rendah beresiko memiliki anak laki-laki yang mengalami cedera otak, dimana anak yang mengalami cedera otak besar kemungkinan mengidap pedophilia.

b. Faktor Lingkungan

Seorang dapat menjadi pedophilia jika ia berada dalam lingkungan pedophilia, sebab secara tidak langsung ia terbawa oleh kebiasaan para pedophilia dan ada pula yang diajari.

c. Faktor trauma masa lalu

Seorang anak laki-laki yang menjadi korban tindakan pedophilia (pedophilia homoseksual), berkemungkinan akan menjadi pedophilia juga, sebab adanya trauma berkepanjangan yang sulit dihilangkan.



4.   Contoh kasus

Kasus Jakarta International School (JIS)yakni Agun dan Firziawan.”Punya penyakit psikis dan masuk dalam golongan homoseksual,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta kemarin.Dua tersangka tersebut telah mengakui perbuatannya. Menurut Rikwanto, Agun dan Firziawan ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti ada bakteri di anus korban yang identik dengan kedua pelaku berdasarkan uji laboratorium. ”Kedua tersangka mengakui melakukannya (pelecehan) pada 20 Maret di toilet sekolah,” jelasnya.

Jadi modusnya para tersangka yang merupakan petugas kebersihan itu mengamati aktivitas siswa sehari-hari seperti yang buang air kecil atau sekadar cuci tangan.”Mereka amati siapa yang bisa diperdayai,” paparnya.Akhirnya mereka pun menjadi korban mereka karena dinilai lemah.

Polda Metro Jaya juga menetapkan satu tersangka lain, yaitu Afriska. Tersangka yang berjenis kelamin perempuan ini tidak ditahan karena belum cukup bukti.Dia hanya dikenai pasal turut serta.“Dia hanya mengetahui, tapi tidak melapor,” kata Rikwanto.Sementara dua orang yang masih diperiksa intensif adalah Zainal dan Anwar.Keduanya sejauh ini masih berstatus sebagai saksi.

Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi juga telah memeriksa pihak sekolah elite tersebut.”Kita panggil pihak sekolah untuk mengetahui bagaimana perekrutan dan pengamanannya,” katanya. Polisi juga meminta bantuan pihak sekolah untuk mencari kemungkinan adanya pelaku lain atau korban lain. Karena pelaku sudah lama bekerja di sekolah tersebut, yakni sekitar satu tahun.

5.   AnalalisisPermasalahan Proses analisa permasalahan dalam makalah ini menggunakan metode analisis SWOT, dimana

kita akan membahas apa yang jadi kekuatan, kelemahan, peluang yang akan timbul dan tantangan yang ada.

1.      Kekuatan (strength)

a.       Kasih sayang yang terlalu berlebih terhadap anak – anak

b.      Memiliki kelainan dalam hal seks

c.       Kepuasan / fantasi seks tersendiri bagi phedofilia

d.      Masa lalu yang sangat buruk dan kurangnya perhatian dari orangtua

2.      Kelemahan (weakness)

a.       Factor trauma masa lalu

b.      Factor lingkungan yang sangat tidak mendukung untuk  masa psiklogisnya

c.       Napsu yang tidak tersalurkan

d.      Masa kecil yang cenderung tertutup (broken home)

3.      Peluang (Opportunity)

a.       Free seks yang berlebihan mengakibatkan daya pikir yang dapat menyebabkan pelaku pedofil

b.      Factor Pergaulan yang salah

c.       Kurangnya penddidikan tentang keagamaan

4.      Tanntangan (threats)

a.       Tercemarnya nama baik wilayah tersebut

b.      Psikologis korban yang akan terganggu

c.       Segala penyakit kelamin yang akan muncul

d.      Dikucilkan/diasingkan oleh pendudduk setempat

e.       Hukuman atas apa yang ssudah di lakukan

































BAB III

KESIMPULAN & REKOMENDASI



KESIMPULAN

1.Penyimpangan seksual merupakan bentuk perbuatan menyimpang dan melanggar norma

dalam kehidupan masyarakat.

2.  Contoh bentuk penyimpangan seksual adalah sodomi dan pedophilia.

3.  Sodomi adalah semua bentuk pertemuan organ non-kelamin dengan alat kelamin, baik

dilakukan secara heteroseksualhomoseksual, atau antara manusia dan hewan.

4.  Pedophilia adalah adalah penyimpangan kepribadian seseorang yang memiliki ketertarikan

atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki masa remaja.

5. Perspektif biologis, Pengaruh orangtua, Pengaruh teman sebaya, Perspektif akademik dan Perseptif sosial kognitif merupakan factor yang mempengaruhi penyimpangan seksual. Meningkatkan iman dan taqwa, Sikap dan pengertian yang baik orang tua dan Pendidikan seks.



REKOMENDASI

a.Sosialisasi masyarakat mengenai kesadaran akan kepedulian perilaku sosial hidup.

b.Filterasi tayangan-tayangan yang berbau kekerasan seks

c.Membentuk perkumpulan dari organisasi dan mulai memikirkan apa yang baik untuk

kemajuan wilayah itu sendiri.

d.   Memberantas pemuda yang suka bermabuk-mabukan & free seks

Referensi :

Purwoto, Juarti.Tanpa Tahun.Sosiologi untuk SMA/MA Semester II Kelas X.CV.Sindunata.

http://kupukupudanpelangi.blogspot.com/2009/06/jenis-gangguan-seksual-dan-cara.html

Contoh Proposal Usaha

TUGAS INDIVIDU PROPOSAL USAHA TAHU BULAT ISI Disusun Oleh : Nama                                  : Muhammad Budiyanto...