ARTIKEL FORMULASI MASALAH DALAM
METODE
A.
Pengertian
Pengertian Rumusan Masalah adalah usaha
untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan penelitian apa saja yang perlu
dijawab atau dicarikan jalan pemecahan masalahnya. Rumusan masalah merupakan
suatu penjabaran dari identifikasi masalah dan pembatasan masalah. Dengan kata
lain, rumusan masalah ini merupakan pertanyaan yang lengkap dan rinci mengenai
ruang lingkup masalah yang akan diteliti didasarkan atas identifikasi masalah
dan pembatasan masalah. Suatu perumusan masalah yang baik berarti telah
menjawab setengah pertanyaan atau dari masalah. Masalah yang telah dirumuskan
dengan baik, tidak hanya membantu memusatkan pikiran, sekaligus juga
mengarahkan cara berpikir kita.
Tujuan
Utama Penelitian Ilmiah yaitu
untuk mencari hubungan atau membedakan dua variabel atau lebih secara
konsepsional. Oleh karena itu, rumusan masalah sebaiknya dikaitkan dengan
tujuan tersebut. Peneliti sebaiknya menggunakan kata-kata hubungan atau
perbedaan, contohnya yaitu korelasi. Karena korelasi merupakan terminologi
statistika.
Menurut
Garis Besarnya, rumusan
masalah dapat dibagi atas rumusan masalah deskriptif, rumusan masalah
komparatif dan juga rumusan masalah asosiatif. Contoh-contoh rumusan masalah
yang dimaksud sebagai berikut.
1.
Deskriptif
·
Berapa
persen tingkat disiplin kerja di peternakan A ?
·
Seberapa
jauh efektivitas kerja di peternakan A ?
2.
Komparatif
·
Bagaimana
perbedaan disiplin kerja di peternakan A dengan di peternakan B ?
·
Apakah
terdapat perbedaan efektivitas kerja di peternakan A dengan peternakan B ?
3.
Asosiatif
·
Apakah
terdapat hubungan antara peternakan A dan peternakan B ?
·
Bagaimana
hubungan antara peternakan A dan peternakan B ?
B.
Fungsi
Perumusan masalah memiliki fungsi sebagai berikut yaitu
Perumusan masalah memiliki fungsi sebagai berikut yaitu
1. Fungsi pertama adalah sebagai
pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain
berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian itu menjadi ada dan dapat
dilakukan.
2. Fungsi kedua, adalah sebagai
pedoman, penentu arah atau fokus dari suatu penelitian. Perumusan masalah
ini tidak berharga mati, akan tetapi dapat berkembang dan berubah setelah
peneliti sampai di lapangan.
3. Fungsi ketiga dari perumusan
masalah, adalah sebagai penentu jenis data macam apa yang perlu dan harus
dikumpulkan oleh peneliti, serta jenis data apa yang tidak perlu dan harus
disisihkan oleh peneliti. Keputusan memilih data mana yang perlu dan data mana
yang tidak perlu dapat dilakukan peneliti, karena melalui perumusan masalah
peneliti menjadi tahu mengenai data yang bagaimana yang relevan dan data yang
bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya. Sedangkan
4. fungsi keempat dari suatu perumusan
masalah adalah dengan adanya perumusan masalah penelitian, maka para peneliti
menjadi dapat dipermudah di dalam menentukan siapa yang akan menjadi populasi
dan sampel penelitian.
Beberapa
contoh kesalahan kesalahan umum yang sering terjadi di dalam merumuskan
masalah.
1. Berusaha
mengumpulkan data tanpa perencanaan yang matang dengan harapan sesuatu pasti
akan dapat timbul dari analisis.
2. Menggunakan
data yang sudah dikumpulkan atau yang telah ada, kemudian dilanjutkan dengan
mencari masalah yang kira kira cocok dengan data yang ada.
3. Merumuskan
tujuan secara mengambang atau terlalu umum sehingga kesimpulannya juga bersifat
umum. Akibatnya, tujuan menjadi kurang terpusat.
4. Melaksanakan
penelitian tanpa mengadakan kajian pustaka terhadap penelitian lainnya yang
relevan.
5. Melakukan
penelitian ad-hoc, unik untuk suatu situasi khusus sehingga tidak memungkinkan
perluasan (generalisasi) dan tidak menghasilkan sumbungan berarti dalam
memajukan ilmu.
6. Melakukan
penelitian tanpa landasan teori yang mapan untuk memberi kesempatan
membandingkan hasilnya dan mengevaluasi kesimpulannya.
7. Dalam
merumuskan hipotesis tidak mengkaji secara tuntas adanya kemungkinan hipotesis
tandingan yang dapat menjaga interpretasi atau kesimpulan penelitian.
8. Tidak
menyadari kekurangan metodologi penelitian yang digunakan, sehingga yang
terjadi dapat membatasi penafsiran kesimpulan penelitian.
C.
Kriteria
Ada setidak-tidaknya tiga kriteria yang diharapkan
dapat dipenuhi dalam perumusan masalah penelitian yaitu
1. Kriteria pertama dari suatu
perumusan masalah adalah berwujud kalimat tanya atau yang bersifat kalimat
interogatif, baik pertanyaan yang memerlukan jawaban deskriptif, maupun
pertanyaan yang memerlukan jawaban eksplanatoris, yaitu yang menghubungkan dua
atau lebih fenomena atau gejala di dalam kehidupan manusia.
2. Kriteria Kedua dari suatu masalah
penelitian adalah bermanfaat atau berhubungan dengan upaya pembentukan dan
perkembangan teori, dalam arti pemecahannya secara jelas, diharapkan akan dapat
memberikan sumbangan teoritik yang berarti, baik sebagai pencipta teori-teori
baru maupun sebagai pengembangan teori-teori yang sudah ada.
3. Kriteria ketiga, adalah bahwa suatu
perumusan masalah yang baik, juga hendaknya dirumuskan di dalam konteks
kebijakan pragmatis yang sedang aktual, sehingga pemecahannya menawarkan
implikasi kebijakan yang relevan pula, dan dapat diterapkan secara nyata bagi
proses pemecahan masalah bagi kehidupan manusia.
Berkenaan dengan penempatan rumusan masalah penelitian, didapati
beberapa variasi, antara lain :
1.
Ada yang menempatkannya di bagian
paling awal dari suatu sistematika peneliti,
2. Ada yang menempatkan setelah latar
belakang atau bersama-sama dengan latar belakang penelitian
3. Ada pula yang menempatkannya
setelah tujuan penelitian.
Di manapun rumusan masalah penelitian ditempatkan,
sebenarnya tidak terlalu penting dan tidak akan mengganggu kegiatan penelitian
yang bersangkutan, karena yang penting adalah bagaimana kegiatan penelitian itu
dilakukan dengan memperhatikan rumusan masalah sebagai pengarah dari kegiatan
penelitiannya. Artinya, kegiatan penelitian yang dilakukan oleh siapapun,
hendaknya memiliki sifat yang konsisten dengan judul dan perumusan masalah yang
ada.
Referensi :
– Husaini Usman dan Purnomo,
2008. Metodologi Penelitian Sosial. Penerbit PT Bumi Aksara :
Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar