Selasa, 19 Januari 2016

makalah 3 meme sebagai fenomena di media sosial


Mata Kuliah  :  Ilmu Sosial Dasar

Dosen : Muhammad Burhan Amin


Topik Makalah

Meme sebagai  fenomenal di media sosial


Kelas  :  2-ID15

Tanggal Penyerahan Makalah : 19 Januari 2016

Tanggal Upload Makalah  : 20 Januari 2016

 


P E R N Y A T A A N


Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.


Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n




N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
37414138
Muhammad BudiYanto
Description: D:\budi\budi\Tanda tangan.jpg






Program Sarjana Teknologi Industri


UNIVERSITAS GUNADARMA




KATA PENGANTAR


Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "MEME SEBAGAI FENOMENAL DI MEDIA SOSIAL".Tugas makalah ini dibuat guna untuk memenuhi nilai tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar pada Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma.                           

Dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan dalam berbagai sudut pandang, mohon kritikan dan saran yang membangun agar pembuatan makala untuk kedepannya bisa lebih baik lagi.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.









Bekasi, 19 Januari 2016



                                                                                                                        Penyusun








DAFTAR ISI

PERNYATAAN...........................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................................ii
DAFTAR ISI................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................1

       A. LATAR BELAKANG...............................................................................1

            B.  TUJUAN.....................................................................................................1

            C.  SASARAN..................................................................................................1

BAB II PERMASALAHAN........................................................................................2

A.     PENGERTIAN MEME……………………………………………….....2

B.     PERKEMBANGAN MEME DI INDONESIA………………………….2

C.     ANLISIS  SWOT………………………………………………………...3

            1. KEKUATAN (STRENGTH).....................................................................3

            2. KELEMAHAN (WEAKNESS).................................................................3 - 4

            3. PELUANG (OPPORTUNITY)................................................................. 4

            4. TANTANGAN/HAMBATAN (THREATS)............................................4 - 5

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI....................................................6

            1. KESIMPULAN...........................................................................................6

            2. REKOMENDASI........................................................................................6

            3. REFERENSI...............................................................................................7



BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Akhir-akhir ini geliat visual di dunia internet Indonesia tengah berada pada tingkatan yang masif.Puluhan hingga ratusan citraan foto berserakan setiap hari di media sosial kita. Citraan-citraan tersebut biasanya disertai dengan teks-teks dengan gaya kritik menggelitik. Isu yang disampaikan  pun merupakan representasi dari kejadian-kejadian populer yang sedang ramai menjadi perbincangan masyarakat, meskipun tidak jarang juga mengangkat isu keseharian seperti tentang percintaan, pengalaman hidup, pendidikan, sampai agama. Ya, citraan-citraan tersebut disebut dengan meme (baca: mim) atau internet meme. Dengan logika yang lebih sederhana, dapat kita pahami bahwa penyebaran atau pengembangbiakan meme dilakukan dengan cara replikasi dari meme-meme yang sudah ada. Artinya, meme terus menerus melakukan replikasi melalui suatu kebiasaan atau gagasan tertentu sehingga menjadi pola yang berulang-ulang dan pada akhirnya membentuk sebuah pola kebudayaan dalam skala besar. Akan tetapi, sifat dari meme ini tidak hanya mereplikasi, meme juga mengalami proses evolusi atau perubahan dari waktu ke waktu, dan bersamaan dengan itu meme juga berusaha untuk bertahan dari pengaruh meme-meme yang baru (survive).

B.   Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini agar masyarakat indonesia mengetahui bagaimana cara mengkritik menggunakan sosial media atau bisa juga lewat meme dengan benar dan menggunakan bahasa yang lebih sopan agar tidak terkena undang-undang dasar hukum indonesia.        

C.    Sasaran

Untuk seluruh masyarakat indonesia dalam menggunakan sosial media untuk mengkritik seseorang,masyarakat indonesia harus lebih pintar dalam menggunakan teknologi masa modern ini agar kita semua tidak terkena fitnah yang bisa menghancurkan bangsa indonesia itu sendiri.



BAB II  

PERMASALAHAN

A. Pengertian Meme
Apa itu meme? Kamus Merriam-Webster mendefinisikannya sebagai “sebuah ide, kebiasaan atau gaya yang menyebar dari orang ke orang dalam suatu budaya”. Istilah meme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli biologi asal Britania Raya, Richard Dawkins.Akar katanya berasal dari bahasa Yunani, yakni mimesis, yang berarti tiruan.Dawkins memaknai meme sebagai suatu unit informasi budaya (berupa pemikiran, ide, gagasan, kebiasaan, lagu) yang membentuk pola-pola kebudayaan tertentu.

Ia menganalogikan meme dengan gen, gen seperti yang ada di tubuh manusia. Oleh karena meme dianalogikan sebagai gen, maka dapat kita ketahui bahwa meme memiliki ciri serupa dengan gen. Dalam bukunya yang berjudul The Selfish Gene dijelaskan jika gen berkembang biak dalam kolam gen dengan meloncat dari tubuh ke tubuh melalui sperma dan sel telur, maka meme berkembang biak dalam kolam meme dengan meloncat dari otak ke otak melalui suatu proses, yang dalam pengertian luas, disebut imitasi (Dawkins, 2006).

Dengan logika yang lebih sederhana, dapat kita pahami bahwa penyebaran atau pengembangbiakan meme dilakukan dengan cara replikasi dari meme-meme yang sudah ada. Artinya, meme terus menerus melakukan replikasi melalui suatu kebiasaan atau gagasan tertentu sehingga menjadi pola yang berulang-ulang dan pada akhirnya membentuk sebuah pola kebudayaan dalam skala besar. Akan tetapi, sifat dari meme ini tidak hanya mereplikasi, meme juga mengalami proses evolusi atau perubahan dari waktu ke waktu, dan bersamaan dengan itu meme juga berusaha untuk bertahan dari pengaruh meme-meme yang baru (survive).

Teknologi informasi nampaknya terus mendorong kreator untuk terus memproduksi meme baru, sehingga meme lama akan terus tergantikan dengan meme-meme yang baru tersebut, dan hanya sedikit saja yang bisa bertahan. Dengan kata lain proses evolusi dan geliat visual yang dialami oleh internet meme ini berjalan dengan sangat cepat. Jadi, ketika siapa saja bicara tentang sesuatu yang sedang viral di internet, menurut Dawkins, itu bisa disebut meme.

B. Perkembangan Meme di Indonesia
Meme memang telah lama hadir di Indonesia, namun mulai booming di Tanah Air sekitar tiga tahun terakhir.Meme yang ada saat ini memang sangat erat kaitannya dengan berbagai kejadian yang ada di masyarakat, namun dikemas dengan sesuatu yang terlihat menghibur.
Orang Indonesia lebih suka menyampaikan kritik melalui meme dikarenakan cara ini adalah cara yang fun atau cara yang menarik. Namun dampak yang ditimbulkan cukup besar, Meme yang sering dicari orang Indonesia adalah meme-meme kategori lucu atau fun karena lebih menghibur.Memang ada banyak meme yang beredar di internet, khususnya dalam mesin pencarian Google.Menurut data Google Trend, meme yang sedang populer di Indonesia adalah meme dalam kategori meme komik.Kalau di dunia meme yang populer adalah meme foto.

Meski terlihat lucu, tak jarang meme yang dibuat untuk menyindir seseorang atau peristiwa tertentu itu juga sering menuai protes dan komentar pedas dari berbagai pihak. Dan untuk masalah aturan dalam pembuatan meme, aturan secara baku dalam membuat meme tidak ada. Namun, ruang gerak pembuatan meme di Indonesia dibatasi undang-undang yang berkaitan dengan ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) dan pencemaran nama baik. Jadi, jika meme yang dibuat bertujuan untuk menjelek-jelekkan seseorang atau sekelompok orang, maka sudah tentu akan terkena hukuman.

C. Analisis SWOT

Analisis permasalahan Meme, Sebagai Fenomena di Sosial Media memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek:

1. Kekuatan (Strength)

a.      Dapat mengenal sosial media itu apa, masyarakat akan mengetahui sosial media untuk alat komunikasi lewat dunia maya dan dengan menggunakan sosial media dengan cepat dan mudah

b.      Jadi lebih kreatif, seorang pembuat meme pasti mempunyai kreatifitas yang bagus jika dilatih dengan membuat meme kreatifitasnya akan semakin meningkat.

c.       Dapat wawasan yang luasMeme menjadi fenomena sosial media,dengan adanya meme ini akan mendapatkan wawasan yang luas atau banyak mempunyai informasi yang up to date.

d.     Bebas memberikan kritikkan, pembuat meme bebas mengeluarkan kritikkannya namun harus sesuai undang-undang dasar ITE dengan begitu tidak akan menjadi masalah fenomena meme di sosial media.

2.Kelemahan (Weakness)

a.       Menganggap Segala Sesuatu Dapat Dibuat Candaan, hal ini menjadi salah satu yang berbahaya dari adanya meme. Karena topik yang dibahas dalam meme comic adalah yang paling up to date.

b.      Membuat Ketagihan dan Lupa Waktu Para Pembaca, hal ini adalah sebuah fakta yang dialami oleh salah satu saudara penulis. Ia membuka Meme Comic Indonesia dan situs 1cak hingga lupa waktu, seakan hidupnya hanya untuk kedua situs tersebut.

c.       Mudah Men-Cap Buruk Sesuatu,di point yang ketiga ini, penulis yakin semua akan setuju, karena banyak dari creator meme yang bertujuan menyudutkan salah satu pihak ketika membuat kesalahan.

d.      Membuat kritikkan yang tidak bermakna karena berlebihan, dalam hal membuat meme ini akan menjadi ketagihan dan isi dari atau makna dari pembuatan meme ini tidak bermakna dan akan menimbulkan bertambahnya masalah  baru.

3. Peluang (Opportunity)

a.       Kurangnya ilmu pengetahuan,pengguna tidak mengetahui dalam membuat meme harus mempunyai etika,dijaman sekarang ini membuat sindiran sudah menjadi bahan pokok dari sebuah pembuatan meme itulah terjadi jika pembuat meme tidak mengetahui etika.

b.      Tidak punya etika dalam sosial media,didalam sosial media juga mempunyai etika dan mengetahui fungsi dari sosial media itu sendiri agar pengguna sosial tidak asal menggunakan saja karena untuk kesenangan sendiri.

c.       Akses internet yang tidak terbatas,di zaman sekarang ini internet bukanlah hal yang langka lagi, karena semua orang telah memanfaatkan fasilitas internet. Dengan menggunakan internet kita diberikan kenyamanan kemudahan dalam mengakses segala sesuatu tanpa ada batasannya.

d.      Kurangnya perhatian masyarakat,masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi perhatian yang sangat besar terhadap kejahatan konvensional. Dan masyarakat seharusnya memberi contoh yang baik untuk kaum anak muda dalam menggunakan sosial media.

4.Tantangan/Hambatan (Threats)

a.       Akan dipenjara,dijaman sekarang anak muda sudah tidak bisa lagi bebas dalam membuat meme karena jika meme tersebut terdapat sindiran maka akan dipenjara sesuai undang-undang informatika.

b.      Tidak mempunyai bahan untuk membuat meme,sebelum membuat meme kita harus memiliki bahan yang akan dibuat meme karena akan susah jika kita belum menemukan bahan yang akan dibuat dan kreatifitas  pun akan susah.

c.       Tidak bisa sembarangan membuat meme,membuat meme harus bebas dalam kekreatifannya apabila terbatas maka akan kesulitan dalam pembuatan meme. Jaman sekarang sudah tidak bisa bebas lagi dalam pembuatan meme karena sudah masuk dalam undang undang informatika.

d.      Harus pintar mengedit,membuta meme harus pintar mengedit gambar agar meme yang kita buat menjadi populer di sosial media,lumayan walaupun cuma terkenal di sosial media.




BAB III  

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1.      Kesimpulan

Sebagai masyarakat yang hidup di era globalisasi, sudah selayaknya manusia selalu mengasah kepekaan terhadap kehidupan sosial di sekitarnya.Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.Internet meme merupakan media alternatif yang dapat digunakan untuk mengasah kepekaan terhadap sekitar.Banyak internet meme yang mengandung pesan moral yang kadang diabaikan masyarakat.Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih selektif dan teliti dalam memanfaatkan media sosial.

Orang Indonesia lebih suka menyampaikan kritik melalui meme dikarenakan cara ini adalah cara yang fun atau cara yang menarik. Namun dampak yang ditimbulkan cukup besar, Meme yang sering dicari orang Indonesia adalah meme-meme kategori lucu atau fun karena lebih menghibur.

2. Rekomendasi

a.       Meme menjadi fenomena sosial media,dengan adanya meme ini akan mendapatkan wawasan yang luas atau banyak mempunyai informasi yang up to date dan juga memperluas jaringan pertemanan. Mereka bisa memperluas pertemanan seluas luasnya karena tidak dibatasi oleh luas wilayah, anak-anak dan remaja bisa menjadi lebih mudah menjalin pertemaanan dengan orang lain di seluruh dunia, meskipun sebelumnya belum pernah bertemu secara langsung.

b.       Hal ini adalah sebuah fakta yang dialami oleh salah satu saudara penulis. Ia membuka Meme Comic Indonesia dan situs 1cak hingga lupa waktu, seakan hidupnya hanya untuk kedua situs tersebut. Selain itu psikologis nya akan terganggu karena terus-terusan melihat humor dan membuatnya sulit untuk berkonsentrasi dan serius terhadap sesuatu. Situs tersebut bagaikan memberikan zat adiktif bagi para pembacanya untuk terus mengikuti update meme terbaru dari situs tersebut dan tentunya cukup berpengaruh pada kondisi psikologis seseorang.

c.       Masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi perhatian yang sangat besar terhadap kejahatan konvensional. Pada kenyataannya para pelaku kejahatan komputer masih terus melakukan aksi kejahatannya.Hal ini disebabkan karena rendahnya faktor pengetahuan tentang penggunaan internet yang lebih dalam pada masyarakat.

d.      Untuk itu ada baiknya jika hendak membuat meme harus benar-benar mewaspadai dan mengetahu beda antara mengkritik dan menghina karena keduanya memiliki perbedaan yang sangat tipis. Untuk itu tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati lagi agar tidak berujung pada penjara.


3.Referensi Tulisan :

1.Rohim, H. Saiful. 2009. Teori Komunikasi: Perspektif, Ragam, dan Aplikasi. 
Jakarta: Rineka Cipta.

2.Cangara. H. Hafied. 2012. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajagrafindo Persada.






bagan bab 10


warta warga

Contoh Proposal Usaha

TUGAS INDIVIDU PROPOSAL USAHA TAHU BULAT ISI Disusun Oleh : Nama                                  : Muhammad Budiyanto...